Kembali Pulang

 Semua  yang datang, pasti akan pergi .

Harusnya setiap kita dari awal menyadari bahwa “Seseorang yang datang ke dalam hidup kita--cepat atau lambat--pasti akan pergi, caranya saja yang berbeda-beda.

Mungkin karena sebagian dari kita lupa rasanya ditinggalkan, lupa rasanya kehilangan, karena barangkali bersama seseorang yang kita kasihi, kita selalu belajar menjaga dan mempertahankan.

Tanpa pernah mempersiapkan dan mempersilahkan, kamu tiba-tiba hilang tanpa sepatah kata, yang membuat hati ini jadi mati tak dapat lagi merasa.

Kita, dua orang yang lupa bahwa manusia memang punya rencana, tapi sang empunya semesta lah yang punya kuasa, rencana yang kita susun puing demi puing, hancur berkeping-keping.

Masa depan denganmu yang harusnya kunanti, menjadi sebatas angan yang tersimpan di dalam hati.

Masa depan denganmu yang harusnya kupeluk, menjadi bayangan samar yang tenggelam di ufuk.

Kita yang selalu mengusahakan agar semuanya terasa dekat, malah terus-menerus dikalahkan sekat.

Kita yang selalu berupaya agar semuanya terasa pasti, terpaksa diam tak tahu harus berbuat apalagi.

Aku mencintaimu, dan kuyakin kau pun begitu.

Tapi, rencana hanya tinggal rencana, sekuat apapun usaha kita ingin menyatu. Kita tetap hanya sebatas aku dan kamu.

Seperti ini mungkin rasanya mencintai, tapi tak diberi kesempatan untuk memiliki.

Karena meski aku yang berdoa hingga tumpah seluruh air mata, takdir tetaplah jadi pemenangnya.

 

Pada akhirnya, kita hanya sebatas saling cinta yang tak bisa berdua.

Pada akhirnya, hadirmu - sekali lagi - tak bisa kuminta untuk selamanya ada.

Karena hanya kita yang ingin, tapi takdir hanya sebatas angan.

Karena kamu sudah pergi pada kehidupan yang lain.

Dan aku hanya sekadar melanjutkan hidup .

Komentar

Postingan Populer