Kontemplasi
Apakah kita sudah
sampai pada tempat tujuan ? atau kita terlalu serakah untuk merasakan kepuasan
? atau bahkan, kita belum memiliki tujuan sama sekali ?
Hidup memang selalu membingungkan, pada masanya kita merasa bahagia sekali dengan keadaan yang begini-begini saja, kita merasa cukup.
Namun, kita merasa bahwa segala
yang kita lakukan tidak ada apa-apanya, berlalu begitu saja. Dan menjadikan
tangis sebagai satu-satunya jalan yang menarik untuk dilakukan. Mengutuk hidup
dengan lagu-lagu sendu dalam telinga. Tidak apa-apa, menunduk dan menengadah
memang perlu diseimbangkan.
Kalau rasanya hidup melelahkan, istirahat, kemudian berjalan lagi, Tentang hari baik besok, lusa yang kau anggap hanya sebatas dongeng itu, semoga segera menyapa dan memelukmu dengan erat.
Kamu cuma perlu percaya waktu dan dirimu sendiri.
Bukan, bukan berarti orang lain tidak bisa dipercaya, tapi memang manusia itu selalu sibuk dengan tujuan
masing-masing, yang tiba-tiba saja bisa berubah, pun juga denganmu.
Jadi, biasakan
untuk mengandalkan dirimu sendiri yaa.
-SabarHati
Begitulah kehebatan sebuah tulisan, postingan 2023 yang dibaca di 2025 pun tetap bisa diresapi, memberi dampak pada siapa yang membaca dalam keadaan apapun. Ia yang sedang merasa hidup baik-baik saja, pun merenungkan apa ia sudah sampai tujuan, sedang ia yang sedang berjuang sampai tujuan merasa punya teman seperjuangan melalui tulisan. Hebat dan selamat! You're truly a good writer. Well, we're the reader still waiting the next episode of ILYA (dengan nada bahagia menanti kabar gembira)
BalasHapus
HapusAjaib, memang.
Entah mengapa tiba-tiba hati ini tergerak membuka blog yang lama sekali tidak tersentuh, ternyata komentar ini jawaban nya.
Terima kasih banyak. Membaca komentar ini, memutar lagu Sal Priadi, segelas kopi dan hawa dingin sehabis hujan, rasanya hati ini jadi hangat sekali.
Doakan yang terbaik ya, orang baik :)